Minggu, 30 Maret 2014

Penerapan Teknologi Pengendali Dalam Kehidupan Sehari-Hari

1 berbasis analog 


penerapan Teknologi Pengendali dalam Kehidupan Sehari-hari berbasis Analog

Penerapan teknologi Pengendali dalam kehidupan sehari-hari berbasis analog

Analog adalah sinyal data dalam bentuk gelombang yang yang kontinyu, yang membawa informasi dengan mengubah karakteristik gelombang. Dua parameter/karakteristik terpenting yang dimiliki oleh isyarat analog adalah amplitude dan frekuensi. Gelombang pada sinyal analog yang umumnya berbentuk gelombang sinus memiliki tiga variable dasar, yaitu amplitudo, frekuensi dan phase. Amplitudo merupakan ukuran tinggi rendahnya tegangan dari sinyal analog. Frekuensi adalah jumlah gelombang sinyal analog dalam satuan detik. Phase adalah besar sudut dari sinyal analog pada saat tertentu.

Analog disebarluaskan melalui gelombang elekromagnetik (gelombang radio) secara terus menerus, yang banyak dipengaruhi oleh faktor ”pengganggu”. Analog merupakan bentuk komunikasi elektromagnetik yang merupakan proses pengiriman sinyal pada gelombang elektromagnetik dan bersifat variable yang berurutan. Jadi sistem analog merupakan suatu bentuk sistem komunikasi elektromagnetik yang menggantungkan proses pengiriman sinyalnya pada gelombang elektromagnetik.



2 berbasis digital 
Pengertian Sistem Digital:


Penerapan Teknologi Pengendali dalam Kehidupan Sehari-Hari Berbasis Digital

 

Kamera Digital



Kamera digital adalah kamera yang tidak tergantung pada film negative (klise). Pada kamera digital, peran film negative diambil oleh sebuah chip berebentuk kartu kecil yang berfungsi untuk menyimpan hasil pemotretan. Ada dua tipe cip yaitu CCD (Charge Coupled device) dan CMOS (complementary metal oxide semiconductor). Cip berfungsi menangkap cahaya dari luar melalui lensa dan mengubahnya menjadi electron-elektron sehingga membentuk gambar digital. Kelebihan dari kamera ini adalah hasil pemotretan dapat langsung dilihat pada layar monitor yang terletak di bagian belakang kamera. Jika gambar yang diambil tidak sesuai dengan yang diinginkan, bisa langsung dihapus. Biasanya kamera digital juga dilengkapi dengan fasilitas zoom yaitu pengaturan perbesaran objek yang akan diambil tanpa harus mendekatkan kamera ke objek, serta pengaturan terang gelap lampu blitz.
Kemampuan kamera digital diukur dalam megapixel, yaitu kemampuan kamera untuk menangkap objek. Makin besarnya angka, berarti makin detaik gambar yang dihasilkan sehingga kualitas gambar makin tajam. Untuk kamera digital dengan kemampuan 1 megapixel misalnya objek yang dapat diambil hanya seukuran kartu pos. untuk kamera dengan kemampuan 2-3 megapixel, gambarnya bisa dicetak dari mulai ukuran 8 x 6 inchi sampai 10 x 8 inchi. Untuk kamera dengan kemampuan 4 -6 megapixel, gambarnya bisa dicetak dengan ukuran 10 x 9 inchi sampai 12 x 10 inchi. 

2. Televisi Digital 

Televisi digital atau penyiaran digital adalah jenis televisi yang menggunakan modulasi digital dan sistem kompresi untuk menyiarkan sinyal video, audio, dan data ke pesawat televisi.

*Kelebihan Frekuensi TV Digital
Meningkatnya penyelenggaraan televisi dimasa depan dapat diantisipasi dengan suatu terobosan kebijakan dalam pemanfaatan spektrum frekuensi. Penyelenggara televisi digital berfungsi sebagai operator penyelenggara jaringan televisi digital, sedangkan program atau content disediakan oleh operator yang khusus menyelenggarakan jasa program/content televisi digital (operator lain). Dari aspek regulasi, terdapat izin penyelenggara jaringan dan izin penyelenggara jasa program/content sehingga dapat menampung banyak perusahaan baru yang bergerak dibidang penyelenggaraan televisi digital.
Bentuk penyelenggaraan sistem penyiaran di era digital mengalami perubahan baik dari pemanfaatan kanal maupun teknologi jasa pelayanannya. Pada pemanfaatan kanal frekuensi, terjadi efisiensi penggunaan kanal. Satu kanal frekuensi yang saat ini hanya bisa diisi oleh satu program saja nantinya bisa diisi antara empat sampai enam program sekaligus.

*Kualitas Penyiaran TV Digital
Desain dan implementasi sistem siaran TV digital (terutama) ditujukan pada peningkatan kualitas gambar. TV digital memungkinkan pengiriman gambar dengan akurasi dan resolusi tinggi. Sistem TV digital mampu menghasilkan penerimaan gambar yang jernih, stabil, dan tanpa efek bayangan atau gambar ganda, walaupun pesawat penerima berada dalam keadaan bergerak dengan kecepatan tinggi. Sistem TV digital tidak mengenal gambar tidak jelas, gambar ganda (ghost), dan kualitas gambar buruk lainnya, karena pada teknik digital hanya dikenal YES or NO. Gambar bagus atau tidak ada sama sekali.

3 .Modem sebagai Penerjemah analog ke Digital 
                             
Modem (mo-dem dulator odulator) adalah perangkat yang memodulasi sinyal analog carrier untuk mengkodekan informasi digital , dan juga demodulates seperti sinyal carrier untuk decode informasi yang ditransmisikan. Tujuannya adalah untuk menghasilkan sinyalyang dapat ditransmisikan dengan mudah dan decode untuk mereproduksi data digital asli. Modem dapat digunakan atas setiap sarana transmisi sinyal analog, dari dioda pemancar cahaya ke radio . Contoh yang paling akrab adalah pita suara modem yang mengubah data digital dari komputer pribadi ke termodulasi sinyal-sinyal listrik di frekuensi suara jangkauantelepon saluran. Sinyal ini dapat ditularkan melalui saluran telepon dan modem didemodulasi oleh yang lain di sisi penerima untuk memulihkan data digital.
Modem secara umum diklasifikasikan oleh jumlah data yang mereka dapat mengirim dalam diberikan unit waktu , biasanya dinyatakan dalam bit per detik (bit / s, atau bps), atau byte per detik (B / s). Modem alternatif dapat diklasifikasikan oleh mereka simbol rate , diukur dalambaud . Unit baud menunjukkan simbol per detik, atau jumlah kali per modem kedua mengirimkan sinyal baru. Misalnya, ITU V.21 standar yang digunakan keying frekuensi pergeseran suara dengan dua frekuensi yang mungkin sesuai dengan dua simbol yang berbeda (atau satu bit per simbol), untuk membawa 300 bit per detik menggunakan 300 baud. Sebaliknya, standar ITU V.22 asli, yang mampu mengirim dan menerima empat simbol yang berbeda (dua bit per simbol), ditangani 1.200 bit / s dengan mengirimkan 600 simbol per detik (600 baud) dengan menggunakan shift keying fase .

refferensi 

  • berbasis analog  http://salam-lemper.blogspot.com/2013/01/penerapan-teknologi-pengendali-dalam.html

    • berbasis digital  http://randyaf.heck.in/penerapan-teknology-pengendali-dalam-keh.xhtml

Tidak ada komentar:

Posting Komentar